Posted on

Marmer Vs Granit

Marmer dan granit merupakan batu alam yang sudah lama sangat popular dipakai di industry konstrusi.  Keduanya mempunyai kelebihan dari segi penampilan, daya tahan dll. Pertama-tama mari kita mengenal dulu apakah kedua material tersebut.

Apakah itu marmer?

Marmer (marble) termasuk jenis batuan hasil proses metamorfosa (batuan malihan) dari batuan asalnya yaitu batu kapur (batu gamping). Akibat pengaruh temperatur maupun tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen, batu gamping akan mengalami kristalisasi kembali (rekristalisasi) sehingga menghasilkan berbagai struktur foliasi mapun non foliasi dan pada akhirnya terbentuklah batu marmer.

Dari semua batuan alami, marmer merupakan batu yang paling anggun dan mewah. Marmer juga sangat serba guna karena dapat digunakan untuk sebagai lantai, dinding, furnitur ornament, kamar mandi dll. Warna-warna marmer sangatlah beraneka ragam. Mulai dari yang berwarna putih susu sampai merah dan ada pula yang hitam karena terdapat “kotoran” yang tampak pada struktur batunya. Kotoran-kotoran ini atau biasa disebut dengan urat marmer menambah keanggunan dari batu tersebut.

marble bathroom 02

(sumber foto: tempodadelicadeza.br)

Marmer terbuat dari calcite crystal, maka marmer sangat sensitif terhadap staining (pewarnaan) dari cairan yang asam. Maka dari itu marmer tidak direkomendasikan untuk digunakan di dapur.

 

Apakah itu Granit?

Granit atau granite adalah batuan igneous granular (granular igneous rock) yang mempunyai tekstur yang faneritik. Faneritik (phaneritic), berarti dapat dilihat. Batuan dengan tekstur ini butiran mineralnya dapat dilihat tanpa mikroskop, memperlihatkan besar kristal yang hampir seragam dan saling mengunci (interlock). Bentuk kristal yang besar ini menyatakan bahwa pembekuannya berlangsung sangat lama di bawah permukaan bumi.

Granit juga sangat serba guna, misalnya untuk lantai, counter top dapur, dll dan juga dapat digunakan indoor (dalam ruangan) dan outdoor (luar ruangan).

kitchen granite countertop

(sumber foto: homeluf.com)

Untuk selanjutnya blog ini akan membandingkan antara marmer dan granit untuk memudahkan spesifikasi dan penggunaannya.

I. Kekuatan dan umur

Dibandingkan dengan marmer, granit lebih kuat. Granit lebih tahan panas dan sangat tahan terhadap panas yang berasal dari panci atau penggorengan.  Maka granit sangatlah cocok untuk digunakan di dapur sebagai counter top.

Marmer sangatlah rentan terhadap perubahan warna (fading color) yang pada akhirnya akan menjadi kelihatan kusam.

II. Reaksi terhadap zat asam

Marmer dan granit merupakan batu yang mempunyai struktur berpori-pori, namun marmer lebih berpori-pori. Maka marmer akan lebih bernoda apabila ketumpahan sesuatu yang berkadar asam seperti juice, wine maupun cuka. Granit lebih tahan terhadap asam apalagi bila menggunakan sealant yang efektif.

III. Penampilan

Penampilan keduanya sangatlah berbeda. Penampilan marmer mempunyai veins atau urat yang sangat anggun. Urat marmer ini biasanya terjadi karena pada pembentukannya ada “kotoran” atau impurities seperti iron oxide.

marble2

Penampilan granit lebih berbentuk corak bintik-bintik di seluruh batunya.

granite

(sumber foto: homeluf.com)

IV. Aplikasi

Karena kekuatannya, aplikasi granit lebih cocok di dapur atau tempat yang lebih ramai. Sementara itu, aplikasi marmer lebih cocok pada tempat yang lebih privat seperti kamar mandi dan dimana saja yang kurang ramai, seperti rumah pribadi. Permukaan marmer juga dingin, jadi sangat cocok untuk di Indonesia.

V. Harga

Tergantung dari jenis dan kualitasnya harga keduanya sangat bervariasi, namun biasanya granit lebih terjangkau.

VI. Perawatan

Marmer dan granit memerlukan sealant untuk memproteksinya. Marmer memerlukan sealing dua kali setahun dan granit hanya memerlukannya sekali setahun. Namun perawatan ini juga tergantung dengan pemakaiannya.

Demikianlah perbandingan antara marmer dengan granit. Semoga dapat membantu untuk memilih atau mengspesifikasi proyek anda. Bila anda mempunyai pertanyaan atau komen, janganlah sungkan untuk diungkapkan pada komen dibawah.

Sumber: Sefastone, Geologinesia, Doctor Geology Indonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.