Posted on

Rumah Ramah Lingkungan

Semenjak abad ke XIX, suhu bumi telah naik 1 derajat Celcius. Sementara itu, PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) telah membuat riset konsekwensi pemanasan global (global warming) dari kenaikan 1.5 atau 2 derajat Celsius.

Kenaikan suhu setengah derajat Celcius rasanya mungkin tidak terlalu banyak. Namun, berdasarkan riset PBB, konsekwensinya sangatlah dasyat. Antara lain, kenaikan suhu setengah derajat akan:

  • Puluhan juta manusia akan mengalami heat waves (gelombang panas) yang dapat mengancam kehidupan
  • Hari-hari dengan suhu yang sangat tinggi akan lebih meningkat di negara-negara tropis
  • Produksi pertanian akan menjadi lebih rendah apalagi di Afrika, Asia Tenggara dan Amerika Latin.
  • Kekurangan air
  • Banjir di pesisir
  • Ancaman terhadap terumbu karang
  • Ancaman terhadap habitat beruang kutub (polar bears), ikan paus dll.

Maka, selain tahan gempa, rumah sofisofi adalah rumah yang ramah lingkungan. Blog ini akan membahas dua pendekatan kami demi kehidupan berkelanjutan (sustainable living).

1. Penurunan penggunaan AC

air-conditioner-3162036_960_720

Yang pertama adalah, kami menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan.  Indonesia adalah negara tropis dimana penggunaan AC nya sangatlah tinggi. Gunanya AC ada dua hal, yakni

  • untuk merendahkan suhu ruangan
  • dan juga tingkat kelembaban dapat direndahkan dari 60% menjadi 40%.

Namun, AC memakan listrik yang sangat tinggi atau rata-rata 40% dari seluruh penggunaan listrik. Salah satu cara untuk menurunkan penggunaan AC adalah dengan menggunakan bahan bangunan yang dapat meminimumkan masuknya panas dari luar ruangan ke dalam ruangan. Dengan menggunakan bahan bangunan EPS (expanded polystyrene), maka rumah sofisofi dapat melakukan mengurangi penggunaan AC sebanyak 40%.  Maka penghuni rumah sofisofi dapat mengkonsumsi energi lebih efisien dan juga menurunkan biaya listrik setiap bulannya.

 

2. Daur ulang bahan bangunan

 

graphic-3715456_960_720

Hal yang kedua yang membuat rumah sofisofi ramah lingkungan adalah bahan bangunannya didaur ulang. Pada saat konstruksi, terdapat sisa-sisa EPS yang akan dikumpulkan untuk diolah lagi di pabrik. Dan bila ada sisa-sisa yang tidak diolah kembali untuk menjadi bahan bangunan, EPS akan di proses lebih lanjut di pabrik menjadi polystyrene chips dan ingots yang dapat digunakan lagi untuk casing telepon dan computer.

EPS yang digunakan dipabrik tidak hanya dari sisa-sisa Styrofoam dari perusahaan lain untuk didaur ulang menjadi EPS.

Sudah saatnya keberlangsungan lingkungan ada di tangan kami semua. Sudah saatnya pula kami semua meninggalkan pembangunan yang berdampak pada kerusakan lingkungan Bumi. Masa depan yang berkelanjutan adalah salah satu komitmen dari kami untuk anak-anak di masa depan.

undraw_children_4rtb (1)

Untuk informasi lebih lanjut email kami di: kantor@sofisofi.co

Artikel terkait: Rumah Tahan Gempa

Berbagai rumah sofisofi dapat ditemukan pada link ini

One thought on “Rumah Ramah Lingkungan

  1. […] Jumlah korban jiwa dan cedera yang berakibat dari robohnya bangunan pada saat terjadi / setelah gempa di negara berkembang jauh lebih tinggi daripada negara maju. Misalnya, pada gempa berskala 7 Richter, terdapat 90% kemungkinan rumah akan roboh di negara berkembang, sementara itu, di negara maju, kemungkinannya hanya 10%. Maka dari itu, sofisofi ingin membuat rumah tahan gempa yang telah di pra-desain dan juga ramah lingkungan. […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.